AL BIDAYAH WAN NIHAYAH YANG PERTAMA DAN YANG TERAKHIR PDF

Aplikasi Ebook Al Bidayah Wan Nihayah Terjemahan Indonesia merupakan kitab langit dan bumi, malaikat, manusia pertama, kemudian kisah para nabi dan umat-umat terdahulu hingga Nabi terakhir, kemudian tokoh-tokoh, dinasti ( khilafah/daulah) dan diikuti dengan peristiwa yang akan terjadi di akhir. rilis circa an H (an M) Al-Bidayah wan Nihayah (Arab: البداية والنهاية ) atau Tarikh alam semesta, langit dan bumi, malaikat, manusia pertama, kemudian kisah para nabi dan umat-umat terdahulu hingga Nabi terakhir, perjalanan di alam barzakh, kebangkitan kembali hingga akhirat, Surga dan Neraka yang. Pages Directory Results for Al Bidaya Wa El Nihaya – Al Bidayah Wan Al Bidaya Wan Nihaya. Book Al Bidayah Wan Nihayah (Yang Pertama Dan Terakhir).

Author: Durr Kijar
Country: Cuba
Language: English (Spanish)
Genre: Finance
Published (Last): 2 August 2011
Pages: 12
PDF File Size: 18.8 Mb
ePub File Size: 6.37 Mb
ISBN: 706-4-61658-339-8
Downloads: 61012
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Kigalar

Alam Barzakh Para salaf bersepakat tentang kebenaran adzab Dan nikmat yang Ada di alam kubur barzakh. Pertanyaan fitnah kubur itu berlaku terhadap ruh Dan jasad manusia baik orang mukmin maupun kafir. Rasulullah SAW menyebutkan sebagian dari pelaku maksiat yang akan mendapatkan adzab kubur, diantaranya mereka yang. Suka mengadu domba B. Suka berbuat ghulul C. Belum membayar hutang setelah mati orang yang berhutang akan tertahan tidak masuk surga karena hutangnya H.

Sangkakala adalah terompet yang ditiup oleh malaikat Israfil yang menunggu kapan diperintahkan Allah SWT. Tiupan ini akan mengguncang seluruh alam dengan guncangan yang keras Dan hebat sehingga merusak seluruh susunan alam yang sempurna ini. Ia akan membuat gunung menjadi rata, bintang bertabrakan, matahari akan digulung, lalu hilanglah cahaya seluruh benda-benda di alam semesta.

Setelah I TU keadaan alam semesta kembali seperti awal penciptaannya. Allah SWT menggambarkan kedahsyatan saat kehancuran tersebut sebagaimana firman-Nya: Lalu Allah SWT menurunkan hujan seperti embun atau bayang-bayang, lalu tumbuhlah jasad manusia. Allah mengumpulkan mencatat perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Hasr adalah pengumpulan seluruh mahluk pada Hari kiamat untuk dihisap Dan diambil keputusannaya.

Lamanya di Padang Mahsyar adalah satu Hari yang berbanding Karena amat lamanya Hari itu, manusia merasa hidup mereka di dunia ini hanya seperti satu jam saja. Dan ingatlah akan Hari yang di waktu itu Allah mengumpulkan mereka, mereka merasa di Hari itu seakan-akan mereka tidak pernah berdiam di dunia kecuali hanya sesaat saja di siang Hari.

Adapun orang yang beriman merasakan lama pada Hari itu seperti waktu antara dhuhur Dan ashar saja. Keadaan orang kafir saat itu sebagaimana firman-Nya. Adapun bagi orang musyrik, kafir Dan munafik, maka tidak Ada syafaat bagi mereka.

Hisab Pada tahap fase ini, Allah SWT menunjukkan amal-amal yang mereka perbuat dan ucapan yang mereka lontarkan, serta segala yang terjadi dalam kehidupan dunia baik berupa keimanan, keistiqomahan atau kekafiran. Setiap manusia berlutut di atas lutut mereka. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang kamu kerjakan. Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Muhammad SAW, kita umat yang terakhir tapi yang pertama dihisab. Yang pertama kali dihisab dari hak-hak Allah pada seorang hamba adalah Shalatnya, sedang yang pertama kali diadili diantara manusia adalah urusan darah.

Allah SWT mengatakan kepada orang kafir: Seluruh anggota badan juga akan menjadi saksi. Allah bertanya kepada hamba-Nya tentang apa yang telah ia kerjakan di dunia: Seorang hamba akan ditanya tentang hal: Pembagian catatan amal Pada detik-detik terakhir hari perhitungansetiap hamba akan diberi kitab amal nya yang mencakup lembaran-lembaran yang lengkap tentang amalan yang telah ia kerjakan di dunia. Al Kitab di sini merupakan lembaran-lembaran yang berisi catatan amal yang ditulis oleh malaikat yang ditugaskan oleh Allah SWT.

Manusia yang baik amalnya selama di dunia, akan menerima catatan amal dari sebelah kanan. Sedangkan manusia yang jelek amalnya akan menerima catatan amal dari belakang dan sebelah kiri, spt pada firman Allah berikut ini:.

Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang, maka ia akan berteriak: Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu.

  ARDITEX NA PDF

Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Mizan Mizan adalah apa yang Allah letakkan pada hari kiamat untuk menimbang amalan hamba-hamba-Nya.

Dan jika amalan itu hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan pahala nya. Barang siapa minum dari telaga tsb maka ia tidak akan haus selamanya. Setiap Nabi mempunyai telaga masing-masing. Telaga Rasulullah SAW lebih twrakhir, lebih agung dan lebih luas dari yang lain, sebagaimana sabdanya:.

Sesungguhnya setiap Nabi mempunyai telaga dan qan mereka berlomba untuk mendapatkan lebih banyak pengikutnya di antara mereka dan sesungguhnya Nabi Muhammad mngharapkan agar menjadikan pengikutnya yang lebih banyak HR. Setelah Telaga, umat muslim akan ke tahap selanjutnya yaitu tahap Ujian Keimanan Seseorang.

Perlu dicatat bahwa orang kafir dan orang yang berbuat syirik sudah masuk neraka setelah tahap Mizan, seperti dijelaskan di atas. Ujian Bidaah Seseorang Selama di dunia, orang munafik terlihat seperti orang beriman karena mereka menampakkan keislamannya. Pada fase inilah kepalsuan iman mereka akan diketahui, diantaranya cahaya mereka redup. Mereka tidak mampu bersujud sebagaimana sujudnya orang mukmin.

Saat digiring, orang-orang munafik ini merengek-rengek agar orang-orang mukmin menunggu dan menuntun jalannya. Karena saat itu benar-benar gelap dan tidak ada yabg kecuali cahaya yang ada waj tubuh mereka. Lalu diadakan diantara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat da di sebelah luarnya dari situ ada siksa. Setelah ini umat muslim yang lolos sampai tahap Ujian Keimanan Seseorang ini, akan melalui Shirat.

Shirat Shirath adalah jmbatan yang dibentangkan di atas neraka jahannam, untuk diseberangi orang-orang mukmin menuju Jannah Surga. Sesungguhnya rasulullah SAW pernah ditanya tentang Shirath, maka beliau berkata: Jembatan Jembatan disini, bukan shirath yang letaknya di atas neraka jahannam.

Jembatan ini dibentangkan setelah tera,hir mukmin berhasil melewati shirath yang berada di atas neraka jahannam. Setelah mereka bersih dan terbebas dari segalanya, barulah bixayah diizinkan masuk Jannah. Setelah penjelasan di atas tinggal kita menunggu…, apa yang akan kita alami di hari akhir nanti…, tentunya sesuai dengan apa yang kita lakukan di dunia ini. Semoga Alah SWT memberi kekuatan dan selalu membimbing kita untuk tetap istiqomah di jalan-Nya sehingga dapat mencapai surga-Nya dan dijauhkan dari siksa neraka-Mu ya Allah.

Tadzkirah, Imam Qurthubi 6.

Berapa lama Kita dikubur? Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek senang dikubur …. Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya nihaayh ….

Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya… 42 tahun hingga sekarang… kalau kiamat datang tahun lagi… tahun disiksa. Lalu Ia menunduk … Meneteskan air mata…. Kalau tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur.

Allahumma as aluka khusnul khootimah. Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu.

Al Bidayah Wan Nihayah

Hanya orang yang tidak tahu dan enggan saja yang tidak segera bergegas menyambut bulan suci ini dalam arti yang sebenarnya, lahir maupun batin. Namun, setiap kali usai kita menunaikan ibadah shiyam, nampaknya terasa ada saja yang kurang sempurna dalam pelaksanaannya, semoga poin-poin kesalahan yang acap kali masih terulang dan menghinggapi sebagian besar umat ini dapat memberi kita arahan dan panduan agar puasa kita tahun ini, lebih paripurna dan bermakna. Acapkali perasaan malas segera menyergap mereka yang enggan menahan rasa payah dan penat selama berpuasa.

Mereka berasumsi bahwa puasa identik dengan istirahat, break dan aktifitas-aktifitas non-produktif lainnya, sehingga ini berefek pada produktifitas kerja yang cenderung menurun. Padahal puasa mendidik kita untuk mampu lebih survive dan lebih memiliki daya tahan yang kuat.

Al-Bidayah Wan Nihayah: Zaman Khulafa’ur Rasyidin | Gallery Bookstore Sdn Bhd

Sejarah mencatat bahwa kemenangan-kemenangan besar dalam futuhaat pembebasan wilayah yang disertai dengan peperangan yang dilancarkan oleh Rasul dan para sahabat, terjadi di tengah bulan Ramadhan. Ini penyakit yang —diakui atau tidak— menghinggapi sebagian umat Islam, mereka mengira bahwa Ramadhan cukup dijalani dengan puasa semata, tanpa mau repot mengiringinya dengan ibadah shalat fardhu.

  GORAKSHA SHATAKA PDF

Berlebih-lebihan dan boros dalam menyiapkan dan menyantap hidangan berbuka serta sahur Ini biasanya menimpa sebagian umat yang tak kunjung dewasa dalam menyikapi puasa Ramadhan, kendati telah berpuluh-puluh kali mereka melakoni bulan puasa tetapi tetap saja paradigma mereka tentang ibadah puasa tak kunjung berubah.

Asal makna berpuasa bermakna menahan diri dari segala aktifitas, dalam Islam, ibadah puasa membatasi kita bukan hanya dari aktifitas yang diharamkan di luar Ramadhan, bahkan puasa Ramadhan juga membatasi kita dari hal-hal yang halal di luar Ramadhan, seperti; Makan, minum, berhubungan suami-istri di siang hari.

Kesimpulannya, jika yang halal saja kita dibatasi, sudah barang tentu hal yang haram, jelas lebih dilarang. Sehingga dengan masa training selama sebulan ini akan mendidik kita menahan pandangan liar kita, menahan lisan yang tak jarang lepas kontrol, dsb. Para pelaku poin ini biasanya derivasi dari pelaku poin 3, mengapa? Kecenderungan terhadap hak-hak badan yang over berlebihan. Masih tidak merasa malu membuka aurat khusus wanita muslimah Sebenarnya momen Ramadhan bila dijalani dengan segala kerendahan hati, akan mampu menyingkap hijab hang hati dan kesombongan sehingga seorang Muslimah akan mampu menerima segala tuntunan dan terakjir agama ini dengan hati yang lapang.

Menutup aurat, misalnya, akan lebih mudah direalisasi ketimbang di bulan selain Ramadhan. Mari kita hindari sifat-sifat nifaq yang pada akhir-akhir ini sangat diumbar dan dianggap sah, Ramadhan serba tertutup, saat lepas Ramadhan, lepas pula jilbabnya, inilah sebuah contoh pemahaman agama yang parsial setengah-setengahtidak utuh. Tentu bukan sekedar tidur yang ditujukan untuk sekedar menghabiskan waktu, menunggu rerakhir ifthar berbuka atau sekedar bermalas-malasan, sehingga tak heran bila sebagian -besar- umat ini bermental loyo saat yanng Ramadhan.

Tidur proporsional tersebut diniatkan untuk persiapan qiyamullail menghidupkan saat malam hari dengan ibadah. Tidur itu diniatkan untuk menghindari aktifitas yang —bila tidak tidur- dikhawatirkan akan melanggar rambu-rambu ibadah Ramadhan, semisal ghibah menggunjingmenonton acara-acara yang tidak bermanfaat, jalan-jalan untuk cuci mata dsb.

Pemahaman hadits diatas nyaris sama dengan pemahaman hadits yang menyatakan bahwa bau mulut orang yang berpuasa lebih harum daripada minyak misk wangi disisi Allah, bila difahami selintas maka akan menghasilkan pengamalan hadits yang tidak proporsional, seseorang akan meninggalkan aktifitas gosok gigi dan kebersihan mulutnya sepanjang 29 hari karena ingin tercium bau wangi dari mulutnya, faktanya bau mulut orang yang berpuasa tetap saja akan tercium kurang sedap karena faktor-faktor alamiyah, adapun bau harum tersebut adalah benar adanya secara maknawi tetapi bukan secara lahiriyah, secara fiqh pun, bersiwak atau gosok gigi saat puasa adalah mubah diperbolehkan.

Bersemangat dan sibuk beribadah sunnah selama Ramadhan tetapi setelah Ramadhan berlalu, shalat fardhu lima waktu masih tetap saja dilalaikan. Ini pun contoh dari orang yang tertipu dengan Ramadhan, hanya sedikit lebih berat dibanding poin-poin diatas.

Karena mereka Hanya beribadah di bulan Ramadhan, itupun yang sunnah-sunnah saja, semisal shalat tarawih, dan setelah Ramadhan berlalu, berlalu pula ibadah shalat fardhunya. Semakin jarang bershadaqah Tidak termotivasi untuk banyak berbuat kebajikan Tidak memiliki keinginan di hatinya untuk memburu malam Lailatul Qadar Poin nomor 8, 10, 11, 12 dan 13 secara umum, adalah indikasi-indikasi kecilnya ilmu, minat dan apresiasi yang dimiliki oleh seseorang terhadap bulan Ramadhan, karena semakin besar perhatian dan apresiasi seseorang kepada Ramadhan, maka sebesar itu pula ibadah yang dijalankannya selama Ramadhan.

Tak yan ratusan ribu hingga jutaan rupiah mengalir begitu saja, padahal di luar Ramadhan, belum tentu mereka lakukan. Semoga Allah menganugerahi kita dengan rahmat-Nya, sehingga mampu menghindari kesalahan-kesalahan yang kerap kali menghinggapi mayoritas umat ini, amin. The information presented here hopefully will help you decide if you want to get into alcohol production, and if so, will help you evaluate the different options yanf are available to you.